0 4 min 4 tahun

Review Film DreadOut

Uang dijadikan motivasi oleh Linda, yang menyimbolkan keinginannya untuk bertahan hidup. It’s an excellent factor Linda punya mental ini, sebab geng mereka bakal dengan segera terancam keselamatannya oleh sesuatu di dalam sana. Mereka menemukan kulit ular, kertas bergambar mengerikan, dan simbol besar di lantai kamar apartemen.

Dengan mengabaikan sejumlah hal yang tak ada jawabannya, Dreadout masih bisa dinikmati sebagai sebuah karya yang menegangkan. Dan awalan yang bagus untuk movie horor yang diadaptasi dari sebuah permainan.

Review Film DreadOut

Salah satu prestasi lain dari game ini adalah dimainkan oleh PewDiePie, si Raja Youtube. Film DreadOut bercerita tentang prekuel sport lokal populer DreadOut. Kisah ini dikabarkan akan berlanjut mengingat Rachmad Imron berencana merilis DreadOut 2.

Lalu, akting dari Caitlin dan Marsha pun juga berbeda dari karakter yang biasanya mereka perankan. Jadi untuk menikmati game ini saya melakukan hal yang pastinya pernah sangat mainstream yaitu “menontonnya di Youtube XD”.

Review Film DreadOut

Rasa penasaran yang membuncah membuat salah satu dari mereka membaca tulisan kuno di perkamen tersebut. Tanpa sadar, sekelompok remaja ini tiba-tiba digiring masuk ke gerbang neraka yang penuh dengan hal-hal mengerikan.

Film ini bercerita tentang sekelompok siswa tingkat Sekolah Menengah Atas bernama Jessica , Beni , Dian , Alex dan Erik pergi ke suatu apartemen angker yang sudah lama tidak dihuni. Tujuannya adalah untuk siaran langsung di media sosial demi mencapai popularitas. Mereka berniat merekam kondisi yang ada di dalam apartemen angker tersebut. Film yang diadaptasi dari game horor asal Indonesia yang fenomenal, resmi tayang dalam bentuk movie layar lebar sejak (three/12) lalu.

Hadir Sebagai Film Thriller Dibandingkan Horor

Sepertinya pembuatnya juga emang sengaja ngebikin film ini gak begitu serius. Yang penting seru dan bisa ngasih fanservice yg baik buat penggemar gamenya, termasuk adegan Jefri Nichol telanjang dada itu, wkwk menarik sih.

Mari awali tahun ini dengan sebuah film yang merupakan adaptasi dari sebuah Video Game terkenal yaitu “Dreadout” dimana Video recreation ini dibuat oleh negara “tercinta” kita semua yaitu Indonesia. Sepotong demi sepotong kejadian terbersit di ingatan Linda dan mengganggu aktivitasnya. Ini menjadi awal mula kisah Linda mendapat energi khusus melawan hantu berkebaya merah dan makhluk gaib.

Linda pun panik saat dia melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh teman-temannya. Beberapa bait tulisan yang begitu dibaca membuat Linda dan temannya tercebur ke dalam kolam yang terhubung dengan dunia di mana pocong bisa mengejar mereka dengan celurit.

DreadOut, hadir sebagai film horor pertama yang Indonesia yang diadaptasi dari sport yang memiliki nama yang sama dengan judul filmnya. Hanya 3 unsur Video Game yang dibawa ke film ini yaitu karakter Linda (yang tidak “sebesar” versi recreation), menggunakan kamera smartphone untuk melawan para hantu, dan desain para monster/hantu.

Adegan pocong pembawa celurit bahkan sama sekali tidak seram, celurit terasa seperti pajangan untuk menakut-nakuti, tetapi gagal. Diceritakan, Linda diminta oleh seniornya, Erik , Beni , Alex , Dian dan Jessica untuk menemani masuk ke gedung tua. Sekelompok anak muda tersebut berencana untuk membuat konten video dengan stay di social media.

Apakah itu cukup atau tidak, you’d be the decide, lantaran movie tidak akan membahas lebih jauh. Cerita terus melaju membawa Linda – yang sebenarnya enggan – untuk ikut bersama kakak-kakak kelas yang jauh lebih tajir dan populer darinya ke sebuah apartemen kosong.