0 6 min 4 tahun

Review Film All the Money in the World

Saksikan film All the Money within the World di Indonesia mulai 17 Januari 2018. Ini menjadi suatu berita publik yang menjadi fenomena luar biasa di masanya. Disaat seorang konglomerat paling tersohor menolak untuk membayarkan tebusan uang penculikan cucu kesayangannya.

Film ini bercerita tentang dramatisasi kisah nyata dari drama penculikan John Paul Getty III, cucu dari biliuner terkaya di dunia Jean Paul Getty tahun 1973 di Italia. Kisah film pun berjalan seputar karakter sang ibu, Gail, yang berusaha sedemikian cara untuk membebaskan anaknya dari tebusan 17 juta dolar. Namun dengan segala uang yang dimiliki oleh sang kakek yang pelit, ternyata membayar uang tebusan tidak semudah itu. Tarik ulur antara nilai uang dan nilai nyawa pun menjadi sangat dilematis dan menegangkan.

All the Money in the World diangkat dari kisah nyata penculikan Getty III. Film ini tampaknya ingin mengangkat pergumulan yang dialami Gail. Sebagai ibu yang ditinggal oleh suami yang tidak setia sudah menjadi beban berat bagi Gail. Ditambah lagi anak tertuanya diculik membuat Gail tidak dapat menahan emosi. Ia siap melakukan apa saja untuk membebaskan anaknya, termasuk menghadap mertuanya yang dikenal amat pelit. Selain beberapa yang kelihatan di mata – kadang kelihatan jelas tokoh sedang beradu akting dengan ‘stuntman’ – sesungguhnya tone dan enhancing film tampak berjalan dengan mulus.

Aktor gaek ini dipilih menggantikan Kevin Spacey di menit-menit akhir proses syuting berlangsung. Kita gak bisa bilang Plummer bermain lebih baik atau apa, yang jelas, keputusan memilih Plummer sebagai pengganti adalah sebuah langkah yang benar-benar membuahkan hasil yang manis. His take on Getty’s perspective, personality, and mannerism membuat tokoh ini sangat menarik untuk dianalisa. Membuat kita ingin tahu apa yang ada di balik pikirannya, apa yang melatar belakangi ‘kekikiran’nya. Film pun cukup bijak untuk memberikan kesempatan kita melihat lebih banyak soal karakter ini as dia diberikan cukup banyak screentime.

Film ini juga menggambarkan betapa uang merupakan suatu yang membutakan dan menjadikan kehidupan semakin rumit. Film ini mengambil seting film di Roma Italia dan Inggris tahun 1966. Fimela.com, Jakarta Film All the Money in the World menceritakan kisah nyata penculikan John Paul Getty III berusia 16 tahun dan usaha tak terputus dari ibu kandungnya, Gail untuk meyakinkan kakek miliardernya untuk membayar tebusan. Salah satu yang menarik lagi, meski tergolong cukup mempertontonkan unsur kekerasan adalah saat Paul harus menerima siksaan paksa dari pihak penculik demi meyakinkan keluarganya agar segera membayar uang tebusan. Gail Harris , ibu Paul yang diceritakan sudah bercerai dari suaminya berusaha keras memaksa mertuanya untuk membayar uang tebusan.

Jika kamu tidak suka movie dengan durasi panjang dan alur cerita yang lambat, maka film ini pasti tidak menarik untuk disaksikan. Tapi jika kamu bisa bertahan melewati separuh durasi, banyak adegan dan kisah yang menawan, mencekam sekaligus mengharukan yang terjadi.

Review Film All the Money in the World

Jelas, ini adalah salah satu karya terbaik Ridley Scott dalam beberapa tahun terakhir. Menggunakan kemampuannya dari mayat tersebut, Chace mampu menentukan tempat persembunyian di mana Paul III ditahan.

Review Film All the Money in the World

Film All the Money within the World tayang mulai 17 Januari 2018 di jaringan bioskop Cinemaxx Theater, CGV Cinemas dan Flix Cinema di seluruh Indonesia. Sedikit mengagetkan ketika mengetahui bayaran Mark Wahlberg di film ini berkali-kali lipat dari Michelle Williams. Adegan saat Paul berusaha melarikan diri dari ruangan tempatnya disekap pun cukup menarik. Bergaya bak MacGyver, Paul memanfaatkan banyak benda tak berguna untuk membakar area di sekitar kamar tempatnya ditahan.

Kaya Makna, Ini 5 Alasan Film All The Money In The World Kudu Ditonton

Cinquanta juga yang selalu berkomunikasi dengan Gail untuk memberi kabar soal kondisi Paul sekaligus bernegosiasi soal uang tebusan. Para penculik memotong salah satu telinga Paul III dan mengirimkannya ke surat kabar utama, mengaku bahwa mereka akan terus memutilasi Paul III hingga tebusan dibayarkan. Dihina oleh Chace yang putus asa, Paul Getty akhirnya menyerah dan setuju untuk membayar tebusan penuh serta membatalkan perjanjian hak asuh dengan Gail.

Cara Ridley Scott membangun cerita dari awal cukup bertele-tele dan lambat. Perpindahan adegan dari satu masa ke masa lain dan dari satu lokasi ke lokasi lain pun cukup membingungkan. Cerita dan adegan baru benar-benar menarik perhatian di paruh kedua film. Salah satu penculik Paul, Cinquanta ternyata perlahan menaruh perhatian pada Paul yang sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri.

Sementara itu, Paul Getty meminta Fletcher Chace , seorang perantara Getty Oil dan mantan agen CIA, untuk menyelidiki kasus ini dan menjamin pembebasan Paul III. “All the Money within the World” mengikuti kisah penculikan remaja berusia sixteen tahun, John Paul Getty III . Gail adalah ibu John yang telah putus asa untuk meyakinkan ayah mertuanya sekaligus kakek John, J. Paul Getty yang miliarder agar bisa membayar uang tebusan.

Review Film All the Money in the World

Potret Pesona Mark Nct & Changbin Stray Kids, Main Rapper Ninety Nine Line

Maka Gail Haris dan Flatcher Chase bahu membahu untuk membebaskan Jhon Paul Getty III apapun resikonya meski dengan beragam resiko. Kalau menonton movie ini saya sarankan harus fokus karena penggambaran plot yang terasa melompat lompat, kalau meleng dikit ya kita seakan bertanya kok kayak gini sih, fokus ya nonton movie dengan durasi dua jam lebih ini. Selain itu yang menjadi ikonik di film ini adalah saat para penculik memotong salah satu bagian anggota tubuh Paul Getty III. Sayangnya karakter Chase terlalu dangkal dibandingkan dengan Gail dan Getty.