0 6 min 4 tahun

Review Film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore)

Tanpa mereka sadari, bahaya telah menanti dengan seluruh penduduk desa yang selama ini telah mencari Maya, berpikir bahwa ia bertanggung jawab atas sebuah kutukan. Akhir dari kisah horor, kelam, dan menyakitkan, ditutup lantunan Ode to Joy dari Beethoven merayakan akhir dari tradisi pertumpahan darah nyawa dibalas nyawa.

Ujung-ujungnya karena saking cinta terhadap seseorang atau sesuatu yang mengubah manusia lebih menyeramkan dari iblis. Soal dialog, Joko masih konsisten dengan kata-kata lugas yang sesuai realita. Gaya ceplas-ceplos dengan sekuens yang to-the-point jadi khas atas movie-filmnya.

Maya alias Rahayu yang diperankan Tara Basro di film ini sudah sengsara sejak janin. Diguna-guna Nyi Misti supaya gugur, tapi gagal dan malah terlahir tanpa kulit. Terpaksalah sang bapak tiri yang gelap mata, Ki Donowongso, bersekongkong dengan Iblis. Ia mengorbankan tiga anak perempuan di Harjosari untuk menyembuhkan Rahayu. Setelah Ki Donowongso dan keluarganya dibantai, Rahayu dilarikan ke kota oleh salah seroang pembantu.

Fakta Menarik Film ‘The Batman’ Yang Diperankan Oleh Robbert Pattinson

Di sepanjang jalan Maya dikejutkan oleh three gadis kecil yang terus menerus muncul. Bahkan, pergantian pemeran pendamping Maya dari Dini ke Ratih di akhir movie, menunjukkan pesan ethical bahwa perempuan harus berani melawan, harus mandiri menentukan nasibnya sendiri. Contohnya, Maya yang ingin segera keluar desa, dan Ratih yang berjuang mempertahankan bayi di rahimnya. ‘Perempuan Tanah Jahanam’ merupakan film horor kedua yang disutradarai serta ditulis langsung oleh Joko Anwar setelah ‘Pengabdi Setan’ pada 2017. Joko Anwar mengatakan dirinya butuh 10 tahun untuk mematangkan film tersebut.

Meski demikian, kekejian Nyi Misti juga tak lantas menunjukkan bahwa ia bukan orang kalah. Dalam film ini, Nyi Misti juga semula merupakan korban dari relasi kuasa bapaknya Ki Donowongso. Diceritakan, bahwa bapaknya Ki Donowongso meniduri Misti berkali-kali hingga lahirlah Saptadi —lurah cum dalang setelah Donowongso.

Pohon-pohon yang rindang, kandang sapi, dan jalan setapak tanpa aspal yang membelah ilalang, juga menambah suasana nostalgia tersendiri bagi saya. Kendati unggul di banyak aspek, dari sinematografi, karakterisasi, hingga orisinalitas cerita, Jahanam bukan movie yang sempurna one hundred persen. Bahkan, ketegangan juga bisa muncul dari sikap dingin warga desa setempat, dari wajah mereka yang diselimuti ketakutan.

Review Film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore)

Khas sidekick-sidekick dalam movie yang cenderung dibuat hanya untuk direlasikan dengan karakter tokoh utama semata. Asumsi tersebut didapat manakala Maya melihat foto dirinya semasa kecil bersama kedua orangtuanya di depan rumah mereka yang besar. Isu kesuburan, anak kecil, hantu, dan perempuan-perempuan yang dipaksa melampui batasan mereka lantaran menjadi korban dari dosa masa lalu. Empat hal ini mudah kita jumpai dalam hampir setiap filmnya Joko Anwar, semudah menjumpai Indomaret dan warmindo di pinggiran jalan atau sudut-sudut gang Yogyakarta.

three Bulan kemudian, Maya dan Dini akhirnya berhenti bekerja sebagai petugas tol dan memilih berjualan pakaian di Los Pasar yang ternyata sepi pembeli. Menghadapi kesulitan keuangan, Maya akhirnya berpikir untuk mencari keluarganya di Desa Harjosari, dengan harapan dapat menemukan peninggalan berharga orang tuanya yang bisa dijadikan uang. Joko Anwar kembali menunjukkan kapabilitasnya dalam meramu movie horor Indonesia.

Oleh karena itu, jika si ibu memiliki pengaruh yang positif, maka keluarga dan lingkungan di sekitarnya juga bisa menghasilkan perubahan yang baik. Namun sebaliknya, jika ibu tidak memiliki pemikiran yang negatif maka dampaknya akan buruk juga bagi sekitarnya. Tak hanya itu, saat Dini tengah dikejar oleh dua warga laki-laki karena ia mengaku sebagai Maya, tokoh yang diperankan oleh Marissa Anita ini merasa ketakutan dan tertekan. Kondisi tersebut membuatnya pasrah karena ia berpikir dirinya akan diperkosa.

Suatu saat, Maya dapat informasi bahwa dia punya harta warisan keluarga di kampungnya. Setibanya di rumah itu, Maya dan Dini tidak dapat bertemu dengan Ki Saptadi melainkan hanya bertemu seorang wanita tua bernama Nyi Misni .

Review Film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore)

Kehadiran PTJ ini sudah lama dinanti-nanti serta telah direkues berulang kali baik oleh pengguna setia GoPlay maupun penggemar yang penasaran dengan cerita Maya dan Dini. Hal ini didukung dengan kombo horror-thriller yang termasuk sebagai high 5 genre favorit di dalam platform kami. Karya teranyar Joko Anwar di bioskop ini tentunya menjadi salah satu konten unggulan dan eksklusif untuk pengguna GoPlay saat #dirumahaja ” jelas Sasha Sunu, VP Marketing GoPlay.

Ratih langsung menutup mulut Maya yang panik dan membawanya bersembunyi ke rumahnya. Ternyata Ratih sudah tahu bahwa Maya adalah ‘Anak Terkutuk’ yang dicari-cari. Ratih meminta Maya tidak perlu takut padanya karena dia berbeda dengan ‘mereka’.

Ratih mengancam dengan menyayat pahanya dan menodongkan pisaunya, mengancam bunuh diri. Maya berusaha mencari informasi dari warga sekitar, salah satunya pada Ratih, wanita pemilik warung makan. Ia menjelaskan bahwa rumah tua itu dulunya dihuni oleh Pria bernama Donowongso, juragan sekaligus dalang yang melakukan perjanjian dengan iblis agar anaknya yang lahir tanpa kulit bisa sembuh. Namun ada seseorang yang dibiarkan hidup dengan kondisi mengenaskan tanpa kulit, dan saat ini hidup sebatang kara di sebuah pondok di tengah hutan.

Mulai dari karakter Maya dan Dini yang rela menantang bahaya demi rasa penasaran dan iming-iming harta. Lalu, keluarga Maya yang menghalalkan segala cara demi sebuah kehormatan. Begitu juga dengan Nyi Misni yang rela menutupi dosa masa lalu, kiranya untuk melindungi desa. Film Perempuan Tanah Jahanam menceritakan perempuan kota yang kembali ke daerah asal. Ternyata, penduduk di kampung halamannya telah lama mencari dirinya demi mengakhiri kutukan di sana.

Review Film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore)