0 5 min 3 tahun

Yudhis yang merupakan siswa baru di sekolahnya naksir duluan sama Lala. Liputan6.com, Jakarta Asmara tak melulu soal cinta, tetapi ada saja pertengkaran yang sampai mengakibatkantoxic relationship. Namun terkadang, pasangan yang terjebak dalam hubungan tak sehat itu kurang menyadari hal tersebut dan membiarkannya atas dasar cinta. Seperti pada kisah dalam film Posesifyang dibintangi Adipati Dolken dan Putri Marino ini. Kolaborasi para produser, sutradara, dan penulis skenario dalam movie ini sangat patut diberikan tepuk tangan.

Mereka berani mengambil sebagian kecil dari cerita asmara remaja yang biasanya dianggap biasa, sikap posesif, untuk dikemas menjadi layar lebar. Lala tidak pernah nyangka bahwa Yudhis memiliki sifat posesif yang berlebihan. Dari situlah segala konflik terjadi hingga kekerasan pun tak terelakkan. Meskipun Posesif merupakan karya debut dari Palari Films, namun sineas dibaliknya sudah tidak dapat dipungkiri lagi kualitasnya.

DALAM lingkungan yang terdekat, yaitu keluarga, perilaku negatif yang tak disadari ternyata menjadi bumerang yang menakutkan.

Film percintaan remaja khususnya movie Indonesia identik dengan plot cerita yang itu-itu saja. Mulai dari pemeran utama yang mengidap penyakit maupun hubungan yang diawali dari benci jadi cinta. “Posesif” akan mengejutkan kita sebagai penonton, baik yang sudah terbiasa menonton movie suspense maupun remaja pada umumnya yang terbiasa menonton teenlit dengan alur cerita template-an. Ia tertarik akan potret kisah cinta remaja yang tak biasa yang dihadirkan oleh sang sutradara Edwin dan penulis naskahnya, Gina S Noer, dalam movie ini. ‘Posesif’ memulai kiprahnya di pasar movie nasional dengan langsung mengantongi 10 nominasi Piala Citra di FFI 2017, bahkan ketika belum naik layar secara resmi.

Emosi penonton berhasil dibuat naik-turun seakan-akan memiliki ikatan dengan Yudhis, Lala, dan karakter lainnya. Adipati Dolken dan Cut Mini berhasil membawa suasana mencekam ke dalam bioskop, hingga terkadang penonton pun lupa bahwa mereka sebenarnya sedang menonton movie romansa remaja.

Namun semakin lama mereka berpacaran, Yudhis mulai menunjukan sikap posesif. Meski sang ayah mendidiknya dengan sedikit mengekang, Lala tidak keberatan dengan hal ini. Dalam film berdurasi 102 menit ini, Putri Marino dipasangkan dengan aktor muda, Adipati Dolken yang berperan sebagai kekasihnya. Putri diganjar penghargaan sebagai Aktris Terbaik untuk aktingnya di film ini dalam gelaran Festival Film Indonesia 2017.

Sinopsis Film Posesif (2017)

Lirik Dan Chord Lagu Pernah Memiliki

Namun, kepedulian yang besar membuat Lala tak sanggup meninggalkan Yudhis sendirian. Terlebih ketika dirinya tahu alasan di balik perilaku berbahaya sang kekasih. Dengan para sineas yang sudah terbukti kualitasnya, serta dukungan para aktor, film ini terasa begitu lengkap.

Sampai akhirnya Lala sadar dan mulai tak nyaman atas perilaku posesif Yudhis. Puncaknya saat mereka berdua bertengkar karena Lala lebih memilih kuliah di Jakarta ketimbang ikut bersama Yudhis melanjutkan pendidikan di Bandung. Namun, dari Sinopsis Film kejadian itul Lala dan Yudhis akhirnya menjadi dekat. Sampai pada suatu saat Yudhis menyatakan perasaannya kepada Lala dan mengajaknya untuk pacaran. Film Posesif bukan bercerita soal drama percintaan romantis dua sejoli semasa SMA.

JAKARTA, KOMPAS.com – Film Posesif berhasil melambungkan nama aktris Putri Marino dalam kancah perfilman nasional. Jangan lupa juga untuk download aplikasi Vidio dan berlangganan paket Vidio Premier supaya bisa nonton movie lokal, Hollywood, drama Korea, dan tayangan olahraga favorit lainnya.

Film Indonesia terbaru, Posesif, yang mulai tayang dari 26 Oktober 2017 lalu menceritakan tentang kisah percintaan remaja yang enggak biasa. Yudhis dan Lala adalah teman satu SMA yang kemudian saling jatuh cinta.

Dari situ, tumbuhlah benih cinta yang membuat keduanya memutuskan untuk berpacaran. Lala menganggap Yudhis sebagai cinta pertama yang akan segera berlalu, namun Yudhis ingin hubungan ini menjadi selamanya. Gejolak hubungan Yudhis dan Lala itu pun dikemas dengan sinematografi serta suntingan gambar yang apik. Ditambah dengan akting yang cemerlang dari para tokoh, tak heran Posesif dianugerahi 10 nominasi Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia 2017.

Di sekolah, ia tak banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya, tetapi Lala bersahabat dengan Ega dan Gino . Sayangnya “Posesif” masih terasa “membatasi” diri dalam mengembangkan ceritanya, terutama pengembangan karakter dari Yudhis yang digambarkan sebagai pacar posesif dan misterius. Lala tak hanya dipusingkan dengan hubungannya yang kompleks dengan Yudhis, namun juga hubungan dengan ayahnya dan teman-temannya. Segala emosi dan ketegangan yang kita rasakan dalam film Film Indonesia “Posesif” merupakan kesuksesan dari Putri Marino dalam mengeksekusi aktingnya. Ginatri S.Noer merupakan penulis naskah dari movie remaja “Dua Garis Biru” yang juga mendapatkan ulasan positif tahun 2019 lalu.