0 7 min 4 tahun

Dia berteriak dan memaki pekerja sosial yang tidak mau memberinya tiket bus. Dia menuangkan minuman soda ke lantai di space resepsionis motel karena marah. Dia vulgar dan kasar tapi berusaha untuk merawat anaknya dengan membeli parfum murahan dan menjualnya di jalanan. Halley begitu miskin sampai tak menyadari betapa buruknya dia sebagai seorang ibu, dan ini membuat penokohannya menjadi begitu pedih. The Florida Project, film kelima Baker, menyusul film sebelumnya yang juga banyak dipuji — atau mungkin terlalu banyak dipuji — Tangerine.

The Florida Project: Kisah Tentang Kemiskinan Yang Terjadi Tak Jauh Dari Disney World

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan filsafat dengan menggunakan metode hermeneutika filosofis. Unsur-unsur metodis yang digunakan antara lain, interpretasi, induksi dan deduksi, koherensi intern, holistika, deskripsi, dan refleksi.

FIlm The Florida Project

Ini merupakan salahsatu film yang menantang deskripsi plot kisahnya melalui serangkaian eksekusi yang sangat bagus. Ini adalah movie yang terdiri dari adegan-adegan episodik yang ditenun secara cemerlang untuk menjadi sesuatu yang komplet. Film ini berkoar tentang kisah-yang-terlalu-umum dari seorang ibu-tunggal dan anaknya di piramida hierarki sosial, tetapi diceritakan dengan merangkul semua detail terkecilnya tanpa ada keinginan untuk menyampaikan pernyataan common yang ndakik-ndakik.

Pusat cerita dari The Florida Project adalah kehidupan Moonee dan ibunya Halley yang berjuang sebagai seorang single father or mother dalam kehidupan miskin. Jelas, hal ini membuat Halley rela melakukan apa saja untuk membuat mereka berdua tetap hidup. Hal yang paling mengemuka dari pengarahan yang disajikan Baker adalah kemampuan sutradara asal Amerika Serikat tersebut untuk mengemas sebuah narasi yang sebenarnya bernada serius dalam balutan penceritaan yang terasa begitu ringan. Namun, sebagai penulis naskah, Baker dan Bergoch, menyajikan kisahnya dalam sudut pandang seorang anak perempuan yang melihat dunia kesehariannya sebagai sebuah taman bermain.

Mungkin akurasi tentang kemiskinan di movie ini akan lebih terasa bagi mereka yang memang berasal dari Amerika Serikat, namun justru disinilah The Florida Project menunjukkan statusnya sebagai movie berkualitas. “The Florida Project” sendiri seakan mengisahkan tentang kemegahan Disney World yang ternyata tak mampu diraih oleh orang-orang yang tinggal berdekatan dengan taman hiburan tersebut. The Florida Project sendiri berkisah mengenai seorang anak perempuan berusia enam tahun, Moonee , yang hidup bersama sang ibu, Halley , di sebuah motel yang dikelola oleh Bobby Hicks . Kehidupan yang rumit namun Halley berusaha agar Moonee dapat terus merasakan kebahagiaan dalam kesehariannya.

Namun, kemegahan dan mimpi yang dijual oleh Disney bukan milik semua orang. Orang-orang bermimpi untuk tinggal dekat taman bermain tersebut agar mudah untuk datang. Namun, orang-orang yang tinggal dekat, seperti Moonee dan teman-temannya justru tak bisa masuk karena mereka terlalu miskin untuk beli tiket. Dia diberikan bobot yang menapakkannya ke tanah; dia cuma mau bersama ibunya, dia benar-benar look as much as her mother. Dalam konteks they just have one another, kita pun tidak pernah benar-benar melihat kelakuan Halley diromantisasi.

Filmmaker dan studio movie lain barangkali tidak akan terpikir untuk membuat movie dengan tema seperti The Florida Project ini. Mereka yang tinggal di rumah besar dan punya mobil mewah itu bahkan barangkali tidak menyadari bahwa orang-orang seperti Halley ini eksis di dunia nyata. Hubungan Halley dan Moone tampil sebagai kritik Baker pada fenomena “Helicopter Parenting”—istilah untuk perhatian berlebihan orangtua pada anak-anak mereka.

Seriously, kamu bakal disuguhi pemandangan orang-orang yang bisa dibilang ‘terbuang’. Nonton television sepanjang hari, merokok, nongkrong di taman motel sambil makan bersama anak-anak. Apalagi untuk Halley yang tidak memiliki pekerjaan tetap, tapi ia tetap butuh duit untuk bertahan hidup. Ia makan makanan yang diselundupkan temannya dari restoran tempat temannya itu bekerja. Kemudian Halley mencari uang dengan cara apa saja, termasuk berjualan parfum murah agar dapat membayar uang sewa motel tersebut.

Walau movie ini tidak menyuguhkan efek CGI dan bahkan hanya menyajikan cerita sehari-hari, The Florida Project bikin kita merasa tersentuh. Terasa miris sekali, ketika ada taman hiburan mewah seperti Disney World yang sering menarik banyak orang di seluruh penjuru dunia untuk mengunjunginya, ternyata malah banyak orang miskin di sekitarnya. Seperti yang dilansir dari laman BBC, The Florida Project adalah istilah awal yang diberikan ke Walt Disney World saat pertama direncanakan pada 1960-an. Di balik semua keceriaan Moonee, Baker memberikan pernyataan akan harapan palsu yang ditawarkan keajaiban Disney.

Selama beberapa bulan terakhir yang menjadi musim penghargaan bergengsi untuk dunia movie, nama The Florida Project menjadi salah satu yang paling sering muncul di beberapa nominasi. Lebih detailnya, peran Willem Dafoe sebagai seorang manajer motel menghiasi berbagai nominasi bergengsi seperti Academy Awards atau Golden Globes sebagai finest supporting actor. Seperti halnya Tangerine, Baker juga memilih untuk mengisi departemen aktingnya dengan deretan pemeran yang mayoritas merupakan aktor dan aktris dengan pengalaman akting yang minimalis. Bukan berarti The Florida Project lantas tampil lemah dalam menghidupkan karakter-karakternya.

Untuk menyeimbangkan keputus-asaan dan kegembiraan, menjalin kesembronoan dan pesona yang menyayat jantung dalam satu tarikan napas, seperti yang dilakukan secara brilian oleh Baker di sini bukanlah pekerjaan yang enteng-enteng saja. Film ini punya kemungkinan untuk menjadi tontonan zalim yang eksploitatif jika tidak dieksekusi dengan kecerdasan tertentu, menyiksa karakter-karakternya karena keliaran mereka dan menghukum penonton karena menikmati alur ceritanya.

FIlm The Florida Project

Cara Menonton Film The Florida Project Tanpa Iklan

FIlm The Florida Project

Sebagai orangtua tunggal yang miskin, tak seperti movie bertema serupa lain, Halley justru tak hadir sebagai karakter dramatis yang ringan tangan, atau acuh pada perkembangan anaknya. Lewat karakter Halley, sutradara yang mengikuti pendidikan movie di Universitas New York ini ingin menunjukkan bahwa cara menjadi orangtua tak pernah baku dan satu jalur belaka. Kepribadian dan karakter seorang anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh anak pada usia dini. Menurut John Locke, seorang anak yang lahir ke dunia bagaikan selembar kertas putih yang belum terisi oleh pengetahuan apapun , nantinya kertas putih tersebut akan diisi oleh pengetahuan yang didapatkan oleh anak dari pengalaman yang terdapat di lingkungan disekitarnya.