0 5 min 4 tahun

Sancaka yang masih muda itu menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan dalam mengutak-atik produk listrik tetapi takut dengan petir dan badai. Ayah Sancaka (Rio Dewanto) memimpin rekan-rekan buruh pabriknya dalam sebuah protes terhadap pemilik pabrik, menuntut kenaikan gaji. Kelompok itu bertemu dengan penjaga bersenjata yang disewa oleh pemilik dan berubah menjadi kekerasan. Pada protes kedua, ayah Sancaka dikhianati dan ditikam oleh rekan-rekannya yang telah disuap oleh pemilik pabrik dan meninggal di lengan Sancaka.

Dalam menulis film, Joko sempat merasa sulit saat mencari tempat yang selesa untuk menulis sebelum akhirnya berhasil menemukan tempat yang dicari yaitu museum dan kuburan. Keterlibatan Joko Anwar sebagai sutradara movie ini bermula dari sebuah status yang diunggah Joko di Instagram pada 18 Januari 2018 yang menampilkan gambar sayap perak. Kemudian pada four April 2018, Joko Anwar diumumkan sebagai penulis dan sutradara untuk film tersebut. Sancaka (Muzakki Ramdhan) adalah putra seorang pekerja pabrik miskin yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Disajikan dengan pendekatan realistis, sosok Gundala jadi lebih manusiawi. Karena ini jilid pembuka, belum semua karakter di dunia Gundala mekar. Hal itu terlihat, ketika di awal movie difokuskan kisah latar belakang Sancaka. Sementara karakter Pengkor, memiliki porsi cerita masa lalu yang singkat, tetapi kokoh untuk membangun sosok karakter penjahat.

Sinopsis Film Gundala

Pada satu masa, Sancaka terobsesi untuk membuat serum penangkal petir. Namun karena terlalu tenggelam dalam obsesinya, Sancaka pun lupa dengan orang-orang sekitar dan dirinya diputus oleh sang kekasih.

Mulai tayang Kamis, 29 Agustus 2019, Gundala merupakan movie pertama sekaligus pembuka kisah Bumilangit Jagat Sinema. Sutradara sekaligus penulis skenario Gundala, Joko Anwar berhasil menyajikan movie yang brilian dalam durasi sekitar 2,5 jam. Untuk meningkatkan kesadaran publik tentang film Gundala, M&C! Komik Gundala juga akan tersedia dalam bentuk digital di Line Webtoon, menargetkan remaja Indonesia yang sering mengakses platform. Koloni, bersama dengan Gramedia Pustaka Utama dan Bumilangit, juga akan mengadakan beberapa roadshow di seluruh Indonesia.

Sinopsis Film Gundala

Serum ini bisa memberikan harapan untuk menyelamatkan para pecandu narkoba. Saat dewasa, Sancaka bekerja sebagai satpam yang diam-diam punya talent teknisi. Sebuah bakat utak-atik elektronik yang dipeliharanya dari kecil hingga sekarang, termasuk memelihara ketakutannya sama petir jika datang hujan. Selingan humor pun sesekali diwujudkan melalui Sancaka, Tedy adik Wulan, dan Pak Agung.

Jalan cerita diperbarui agar lebih cocok dengan zaman sekarang. Dibandingkan film Gundala Putra Petir , jelas movie ini merupakan cerita baru. Di movie lawas, Sancaka merupakan seorang insinyur yang menciptakan serum antipetir. Dalam percobaan, Sancaka berhasil menjadi kebal listrik dan petir.

Terlihat dalam ruang publik, banyak terdapat sales space-sales space yang berisi industri kreatif yang mendukung Bumi Langit Universe. Hal ini dikarenakan , karena dalam beberapa bulan sebelum pemutaran film Gundala, telah banyak dilakukan promo dan menyebar hingga lini masyarakat yang jarang bersentuhan dengan industri movie.

Dewan legislatif akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) penawar racun beras itu yang membuat masyarakat gembira. Namun, ketika hasil tes dari laboratorium Rumah Perdamaian sampai di tangan Ridwan, baru diketahui bahwa Pengkor telah menipunya selama ini. Beras yang telah terkena racun sebenarnya tidak mematikan, tetapi penawar racunnya justru mematikan. Hal ini diperkuat dengan bukti bahwa perusahaan farmasi yang memproduksi penawar racun tersebut ternyata dimiliki oleh Pengkor. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di berbagai sudut, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

Sinopsis Film Gundala

Komik dan catatan Hasmi tentang Gundala membantunya menulis naskah. Lanjut Henry, film tersebut bakal menarik bila Joko Anwar bisa menggarap superhero dengan kelokalannya, dan tak harus berpatokan pada produksi ala DC Comics dan Marvel.

Sinopsis Film Gundala