0 5 min 4 tahun

Review Film Zootopia

Lewat film ini pula, Disney benar-benar sudah menguasai dunia animasi 3D dengan sangat baik, pasalnya “Zootopia” memiliki detil cerita memukau, alur yang rapih, protagonis yang bersemangat dan antagonis yang berbulu. Film yang dirilis pada Rabu (17/2/2016) kemarin ini merupakan hasil garapan dari sutradara sutradara Byron Howard, Rich Moore Bush dan Jared Bush. Diawali tokoh kelinci yang punya cita-cita menjadi polisi, banyak yang mencibir, bahkan orang tuanya menginginkan anaknya jadi petani saja meneruskan pekerjaan mereka. Sampai akhirnya dia bersama serigala bisa membongkar persekongkolan sekretaris walikota-domba.

Namun Hopps bersedia melakukan tugasnya sebagai petugas tilang parkir dengan penuh semangat dan bahkan melebihi goal. Bellwether memberikan akses CCTV lalu lintas kota Zootopia kepada Judy dan Nick. Mereka menemukan Manchas, yang ditangkap oleh serigala, yang diduga sebagai “pelolong malam”. Judy memanggil ZPD dan Wali kota Lionheart dan pihak lain yang terlibat ditangkap di rumah pesakitan tersebut, sementara Bellwether menjadi wali kota yang baru. Judy, dipuji karena dapat memecahkan kasus ini dan berteman dengan Nick, meminta Nick untuk bergabung dengan ZPD dan menjadi mitranya.

Tapi, lanjut si kelinci, kedua makhluk tadi berevolusi sehingga bisa hidup harmonis. Hal tersebut menciptakan kondisi kondusif bagi semua mamalia muda untuk meraih kesempatan seluas-luasnya saat ini. Ia sendiri, yang bernama Judy Hopps, bercita-cita sebagai polisi dengan maksud membuat dunia lebih baik.

Kekuatan terbesar film ini terletak pada animasi universe Zootopia yang begitu mengagumkan. Kedigdayaan Disney dalam menyajikan animasi yang hewan element namun tetap Harm-less alias tidak berisiko ditonton anak kecil. Hopps berkenalan dengan Nick Wilde yang merupakan seekor rubah. Suatu saat Hopps memberanikan diri untuk menyelidiki kasus orang hilang selama forty eight jam dan bila gagal harus mengundurkan diri sebagai polisi.

Saat beranjak dewasa, Judy pergi meninggalkan kampung halamannya, Bunnyburrow, untuk melamar pekerjaan ke satuan Kepolisian. Sempat diremehkan, namun tekad kuat Judy berhasil menjadikannya polisi kelinci pertama. Bahkan, Judy mampu menjadi yang terbaik di angkatannya dan mengalahkan para saingannya, hewan-hewan bertubuh besar.

Tapi film ini tidak terasa berat, pun tidak seremeh film untuk anak-anak. Zootopia terasa sebagai sebuah presentasi yang penting. IT FEELS NECESSARY. Karakter-karakternya so properly-realized; We need to see extra of these characters.

I know loads of bunnies who are jerks.” Dengan kata lain, baik buruknya seseorang tidak ditentukan oleh penampilan fisik dan latar belakang tertentu. Penonton dewasa pun tak perlu khawatir akan mati bosan dengan lelucon-lelucon yang ditargetkan untuk anak kecil. Dalam Zootopia, terdapat sejumlah guyonan yang mengambil referensi dari tontonan yang akrab dengan penonton dewasa. Ada bos mafia yang mengingatkan pada sang Godfather, Don Vito Corleone. Ada pula sedikit parodi dari serial televisi Breaking Bad.

Berbagai peristiwa itu ternyata membuat Judy merasa dia tidak bisa mengubah dunia menjadi lebih baik dan tidak penuh dengan prasangka. Untuk soundtrak utama, movie ini menggunakan lagu nya SHAKIRA berjudul Try Everything yang ternyata ciptaan SIA sudah bisa dinikmati dari awal hingga akhir film.

Sebal, Chief Bogo menantangnya untuk menyelesaikan sebuah kasus, menemukan seekor berang-berang yang menghilang. Pesan menarik dari movie ini adalah bahwa trauma ataupun ketakutan terbesar dalam diri harus dilawan untuk meraih cita-cita gemilang. Sungguh movie yang cocok ditonton bersama dengan orang-orang terkasih di akhir pekan. Film ini tidak hanya berkisah tentang Judy dan Nick, namun juga berbagai pemecahan masalah yang berhasil menyampaikan pesan mengenai persahabatan, sosial, cinta, tenggang rasa dan kekeluargaan. “Zootopia” bisa mulai disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan kalian mulai tanggal 17 Februari 2016 dalam format digital 2D 3D.

Mereka sangat hidup, masing-masing punya emosi yang terdevelop di balik stereotype mereka. Judy dan Nick bisa dijadikan contoh dua karakter yang saling berlawanan namun punya dinamik yang pada akhirnya menghidupkan cerita. Para pengisi suara melakukan lebih dari hebat dalam menceritakan perannya. Suara Jason Bateman, Idris Elba, dan Jinnifer Goodwin klop banget sama penggambaran tokoh yang mereka lakon kan.

Ketika Judy mengecewakan Nick dengan memberikan pernyataan penyebab perilaku predator yang aneh oleh faktor biologis di sebuah konferensi pers, bagaimanapun, Nick meninggalkan Judy dengan rasa marah. Merasa bersalah, Judy mengundurkan diri dari pekerjaannya di tengah aksi protes terhadap predator. Oh iya bener, semua karakter di movie Zootopia ini memorable banget! Aku baru sadar kalau tikus clurut itu bossy karakternya. Setelah berhasil mendapat pekerjaan ini pun, Judy diremehkan oleh Kepala Kepolisian, Chief Bogo .

Review Film Zootopia

Yang Pasti Dari Joker (Dan Feast) Adalah Ketidakpastian Itu Sendiri

Mereka hidup rukun dan damai karena ada kesepakatan dari para pendahulunya. Dari awal hingga akhir, movie animasi ini menyajikan banyak oksimoron seperti halnya adegan Carrot Days Talent Show.

Review Film Zootopia