0 6 min 4 tahun

Review FIlm Love For Sale

Meskipun pada akhirnya ia juga jatuh cinta, setidaknya kita tahu bahwa masih ada rem yang memberikan Ican alasan untuk berpikir rasional. Arini justru kini datang di tengah keluarga yang normal, yang meskipun konflik kerap terjadi namun masih tetap mempertahankan nilai-nilai kekeluargaan. Love for Sale 2sejatinya juga cukup baik menangkap kondisi keseharian warga biasa menjadi gambaran aktual terkait lingkungan sosial kota Jakarta saat ini. Ada harapan sekaligus perasaan berbeda yang timbul dalam diri Ican.

Review FIlm Love For Sale

Perilakunya yang manis makin meneguhkan hati Mama dan Ican untuk segera meminangnya. Adegan romantis antara Ican dan Arini pun bahkan baru disuguhkan pada pertengahan film. Ini sangat berbeda dari film pertama di mana interaksi antara Arini dan Richard dilakukan dengan begitu intens dan apik.

Review FIlm Love For Sale

Si Arini sengaja seakan akan dia punya kehidupan termasuk teman2 yg dibuat sendiri. Overall Andi Bachtiar juara sukses membuat gua bertekad nyari istri kayak Arini yang jago masak, dan sarapan musti wajib dirumah. Sebenarnya itu adalah aplikasi coba-coba dari Mark Zuckerberg, korban pertamanya Richard. Karena aplikasinya masih tipe beta, maka kantornya langsung hilang sebab cuma sementara.

Dan kerennya, tradisi menyimpan misteri ini masih terus dipertahankan dengan ciamik, yang sekarang bahkan berhubungan langsung dengan plot cerita. Banyak shot yang dibuat terlihat dipisah antara foreground dan background, memasukan banyak karakter sekaligus dan membuat mereka berakting bersama dalam satu body. Cara ini nyatanya memang sangat ampuh untuk membuat adegan lebih realistis, membuat penonton dapat melihat dengan jelas setiap emosi karakter yang berperan. Saya benar-benar tidak menyangka saya akan melihat teknik ini di movie Love for Sale 2, apalagi benar-benar digunakan dengan sangat apik oleh sang sutradara. Andibacthiar Yusuf tahu betul kalau narasi adalah tulang punggung dari sebuah cerita keluarga, karena itulah dia juga mendesainnya dengan sangat detail agar terlihat dan terdengar lebih realistis.

Yap, movie ini ngangkat masalah jomblo akut yang terlalu pemilih sampai akhirnya harus pakai aplikasi jasa kencan yang masih booming saat ini. Keinginan Mama mencarikan jodoh bagi Ican juga dipengaruhi oleh Buncun yang menikah karena terlanjur menghamili pacarnya. Mama makin tegas dan memperketat kriteria mantu untuk Ican.

Datanglah Arini Chaniago yang menjelma menjadi sosok anak perempuan idaman. Nggak salah bila Mama akhirnya menyematkan panggilan Upiak untuknya.

Sepertinya Mamah Ros tidak setuju dengan pernikahan ini, sehingga dia membenci Maya dan menganggap dia mempengaruhi Ndoy untuk menikahinya. Arini yang pertama adalah wanita yang inisiatif, berani maju membuat keputusan untuk mengimbangi Richard yang penuh keraguan. Arini yang kedua adalah wanita serba bisa yang pemalu, selalu siap menjadi wadah curhat bagi Mamah Ros dan ‘malaikat’ penyelamat bagi keluarga Sikumbang yang selalu penuh konflik. Tidak ada adegan yang menjelaskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, semuanya hanya bisa dapat dan dimengerti jika kita sabar, detail dan tekun mendengar setiap narasi yang ada. Jadi pada intinya sih, saya menemukan banyak sekali ‘rasa’ dan pengalaman menonton baru di movie Love for Sale 2 ini jika dibandingkan dari movie sebelumnya.

Namun, Ican butuh cinta yang sesuai dengan kriteria calon mantu idaman versi ibundanya. Saya percaya kalau kisah dari Arini dapat ditutup dengan gemilang.

Cerita yang disuguhkan bikin penonton bisa ikut berempati dengan karakter utama. Dialog celetukan dalam film ini pun jadi kritik sosial dari permasalahan negara dan masyarakat saat ini. Bahkan, hal itu udah bisa lo bayangin meski baru nonton cuplikannya. Demi menyenangkan hati Rosmaidah, Ican meng-orderpacar bayaran yang bisa berakting menjadi orang Minang dan taat beribadah. Sehari setelah pemesanan, sosok Arini pun muncul di depan pintu rumah keluarga Ican.

Tinggal bersama Ibu Ros, Arini yang telah menjadi kesayangan Ibu Ros mampu membuat Ican luluh. Dirinya mulai melupakan soal aplikasi pencari pacar dan melibatkan perasaan pribadi di dalamnya. Ican jadi sayang dengan Arini, apalagi keluarga Ican juga sangat memuja dan menyukai Arini. Merupakan hasil kolaborasi Visinema Pictures, Stay Connected Media, dan thirteen Entertainment, movie ini mengangkat tema percintaan di period digital. Bisa dibilang, cerita yang disuguhkan enggak receh dan relevan dengan apa yang terjadi di sekitar kita.

Arini menjadi secercah cahaya yang menyinari kemurungan sang ibunda menjadi kebahagiaan tak terbendung. Untuk mendukung narasi dan seting yang realistis, tidak jarang Andibachtiar Yusuf menggunakan elemen ambiance seperti tiang listrik, kabel, atau toa masjid sebagai transition shot. Saya jadi selalu merasa kalau setiap shot di movie ini didesain dengan cermat, selalu mencoba memperlihatkan sisi realistis dari cerita sehingga berhasil memberikan emosi yang tepat untuk penontonnya. Kekaguman saya kemudian makin bertambah saat adegan overture dimulai, yaitu adegan yang berseting di sebuah undangan pernikahan dengan adat Minang yang kental. Lalu juga terdiri dari cara memandang, cara berucap, cara bernafas, cara menutup mata, dan lain sebagainya.

Kaesang Pangarep Beraksi Kembali 4 Online Shop Penipu Ini Tutup Lapak

Dalam soal ini, suara terutama, Gading bisa dibilang belum sangat berhasil membawa imaji penonton ke dalam tokoh Richard. Jika didengarkan baik-baik, warna suara yang dipilih Gading dalam tokoh ini sama dengan warna suaranya di kehidupan nyata. Jakarta, CNN Indonesia — Sutradara Andibachtiar Yusuf melanjutkan kisah film Love for Sale yang dirilis satu tahun silam lewat sebuah sekuel.

Review FIlm Love For Sale