0 6 min 4 tahun

Review FIlm Richard Jewell

Bisa dibilang dia ini seperti karakter shounen ala Luffy dan Naruto dalam kehidupan nyata. Tetapi justru gara-gara keengganannya untuk membengkokkan peraturan, Richard jadi kesulitan bekerja sebagai polisi / sheriff setempat.

Ditayangkan perdana di AFI Fest pada 20 November 2019, dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat pada 13 Desember 2019, oleh Warner Bros Pictures. Film ini menerima ulasan positif secara umum dari para kritikus, dan dipilih oleh National Board of Review sebagai salah satu dari sepuluh movie terbaik tahun ini, dengan Kathy Bates juga diakui sebagai Aktris Pendukung Terbaik . Overall, movie RICHARD JEWELL adalah salah satu movie terbaik di tahun 2019. Cukup disayangkan movie ini batal ditayangkan di bioskop Indonesia.

Richard Jewell Yang “Kurang” Tapi “Sempurna”

FBI telah melakukan kesalahan padanya dengan memberikan tuduhan serius hanya karena kondisi psychological dan latar belakang Richard yang depresi dan sempat memiliki cita-cita sebagai seorang polisi namun gagal. Terlepas dari latar belakangnya, Richard merupakan pahlawan dalam pemboman di Summer Olympic 1996 yang perlu diapresiasi.

Berbagai literasi dan bacaan tentang ability investigasi serta penanganan kondisi lapangan pun ia lahap. Namun ambisinya berbanding terbalik dengan realita, dengan postur tubuh gemuk dirinya kerap kali gagal lolos tes fisik akedemi. Impiannya sebagai polisi pun sementara dikesampingkan dan memilih tugas petugas keamanan. Sempat menjadi pahlawan dalam peristiwa tersebut, FBI justru mencurigai bahwa Richard Jewell merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan bom tersebut. Film Richard Jewell akan memberikan informasi pada dunia tentang kebenaran dan nama baik yang berhak diterima kembali oleh Richard Jewell.

Watson melakukan pemeriksaan poligraf yang sempat dilewati oleh Richard, menghilangkan keraguan Bryant tentang kepolosan Richard. Bobi mengadakan konferensi pers dan memohon agar investigasi dihentikan agar ia dan putranya melanjutkan kehidupan mereka. Richard dan Watson bertemu dengan Tom Shaw dan Dan Bennet di kantor FBI, dan setelah beberapa pertanyaan yang tidak relevan, Richard menyadari mereka tidak memiliki sedikit pun bukti terhadapnya. Ketika Richard bertanya langsung apakah mereka siap untuk menuntutnya, kesunyian mereka meyakinkan Richard untuk pergi, yang akhirnya kehilangan rasa hormatnya pada pihak berwenang dan penegak hukum.

Review FIlm Richard Jewell

Ia kemudian menelepon 911, menjalankan prosedur evakuasi kejadian bom sesuai SOP, berkoordinasi dengan petugas keamanan lain dan juga agent FBI untuk segera mengecek tas tersebut. Setelah mereka cek, rupanya benar, tas tersebut berisi sebuah bom waktu yang akan segera meledak. Richard dan yang lainnya kemudian mengevakuasi dengan cepat para penonton untuk secepatnya menjauh dari lokasi ditemukannya bom.

Tapi kemudian kami rasa itu relevan dengan kesan tokoh yang ingin dimunculkan. Ingat, dia songong, sok keren, merasa dirinya lelaki yang seharusnya tak boleh menangis apapun kondisinya. Lalu ketika ia mendapatkan persoalan sebesar itu, ia tak sanggup menahan kesedihannya dan tangisannya keluar hampir tiba-tiba, tanpa tangga yang jelas.

Semua orang dari berbagai latar belakang berkumpul dan bersenang-senang di Olimpiade tersebut, termasuk seorang penjaga keamanan Richard Jewell. Selama dua jam kita dengan gemasnya melihat bagaimana perlakuan tidak hanya FBI namun juga awak media mengejar-ngejar Richard dan menuduh bahwa dialah pelakunya. Richard, yang mengira bahwa ia tenar karena menyelamatkan masyarakt, malah salah mengira karena ia sebetulnya tenar karena dijadikan tersangka. Semua itu terjadi saat 1996 di mana Olimpiade sedang digelar di kota Atlanta, Amerika Serikat. Richard , yang sebelumnya bekerja di sebuah firma hukum, bertugas menjadi satpam yang mengawasi Taman Centennial, di mana sedang digelar konser musik.

Tanpa harus mengeksploitasi drama yang emosional, karakterisasinya pun dimainkan begitu pas dan natural, baik performa Hauser sebagai Jewell yang seolah saya sedang menonton sosok sesungguhnya bermain dalam movie, maupun para aktor/aktris pendukung lainnya. Sejumlah kritik yang keberatan atas karakterisasi Kathy yang dinilai telah melenceng, saya rasa berlebihan, mengingat para kritikus juga bagian dari media itu sendiri yang merasa diserang oleh film Richard Jewell.

Keesokan harinya sosok Richard Jewell ramai diperbincangkan di berbagai media. Sang ibu tentu merasa sangat bangga anaknya itu kini dikenal luas sebagai sosok penyelamat dan pahlawan. Tak cuma itu saja, Richard juga dibanjiri oleh tawaran dari para writer buku untuk menuliskan kejadian pemboman itu.

Review FIlm Richard Jewell

Di tahun 1996 penggiringan opini publik dengan mendistorsikan fakta bisa terjadi, di tahun 2020 ini juga kerap terjadi! Berapa banyak judul headline yang menyesatkan bersliweran di situs berita untuk mengejar klik dari pembaca internet? Atau lebih parah lagi, berapa berita yang malah terang-terangan hoax dan tak terverifikasi kebenarannya dipublikasikan? Hal-hal tersebut saya renungkan lebih lanjut usai menonton movie Richard Jewell. Namun saat ini kedua aktor tersebut tidak lagi terlibat untuk berperan dalam proyek ini.

Review FIlm Richard Jewell

Review FIlm Richard Jewell

Kami sempat berpikir, apakah hanya karena 1 adegan itu saja ia kemudian jadi pantas masuk Oscar? Mungkin ketika kamu adalah seorang aktris pendukung, maka 1 adegan dengan emosi yang intens dan menarik, akan cukup untuk membuatmu masuk nominasi Oscar. Sebenarnya, proyek film Richard Jewell dikembangkan selama bertahun-tahun dengan Jonah Hill yang sebelumnya terikat untuk memerankan Jewell dengan Leornardo DiCaprio. Film Richard Jewell merupakan sebuah film yang disutradarai oleh Clint Eastwood. Film Richard Jewell mendapatkan $22.345.542 di Amerika Utara dan $21.400.000 di negara lain.