0 5 min 3 tahun

Kumpulan rekaman dokumenter warta berita, musik, klip movie, foto adalah hal-hal yang bisa membantu Mills dan Jamie untuk mengenang fragmen memori yang tersimpan di dalam batok kepala mereka. twentieth Century Women tidak memiliki momen semacam itu, kecuali permintaan Dorothea yang sempat membingungkan Julie dan Abbie untuk berbagi pengalaman hidup kepada Jamie. Aspek yang paling menyenangkan dari twentieth Century Women adalah bahwa movie ini memungkinkan dirinya sendiri dan tidak malu-malu untuk menjadi berantakan pada titik tertentu.

Inti dari movie ini adalah hubungan Ibu dan anak juga bagaimana perbedaan cara pandang perempuan yang dipengaruhi period dan lingkungan tempat ia dibesarkan. Meskipun durasinya cukup lama yaitu mencapai dua jam, movie ini tidak membosankan karena diselingi oleh pertunjukan musik di klub dan berbagai montase yang memperlihatkan berbagai period dan memperkenalkan tiap karakter.

Suaminya telah tiada, Dorothea membesarkan Jamie seorang diri di bawah naungan atap rumah yang beberapa kamarnya beliau sewakan. Namun 1979 datang, ini adalah kala di mana terjadi perubahan besar di Santa Barbara. Jamie sudah 15 tahun sementara Dorothea pun tidak bisa untuk bertambah lebih muda. Serta merta lingkungan mulai memberikan pengaruh kepada ibu dan anak tersebut. Film yang meraih nominasi naskah terbaik di ajang Oscar dan dua nominasi di ajang Golden Globe ini menarik disimak karena mempertautkan pria remaja, Jamie, dengan tiga perempuan di sekelilingnya.

Cerita Film 20th Century Women

Seorang single mother, Dorothea , harus membesarkan anaknya sendirian, Jamie . Khawatir tidak bisa membesarkan anaknya dengan baik, ia kemudian meminta bantuan Abbie , seorang fotografer yang tinggal di rumahnya dan Julie , sahabat Jamie. Dari segi akting, performa Annette Bening sebagai single father or mother memang layak dipuji. Sedangkan Elle Fanning yang dalam film ini menjadi perempuan sinis dan rumit, karakternya tak jauh beda ketika ia mencuri perhatian di movie Super eight.

20th Century Women yang terlihat kocak dan menyenangkan di trailer, ternyata tidak semudah itu untuk ditonton. Film ini memang ringan dan menggambarkan isu yang dekat dengan keseharian, tetapi membutuhkan ruang yang lebih banyak untuk diserap makna ceritanya. Betul, ini adalah tipikal movie yang membutuhkan waktu lebih sesuai menonton untuk meresapi atau bahkan untuk berdiskusi.

Jamie yang masih labil dan merasa mulai susah berkomunikasi dengan ibunya, menganggap dunia perempuan adalah hal yang rumit dipahami tapi menarik. Ia mulai gemar berdiskusi dengan Julie tentang hubungan pria dan wanita, juga membaca buku-buku feminis yang diberikan oleh Abbie, membuat Ibunya terheran-heran karena putranya memiliki minat terhadap hal intim seputar perempuan. Chariman and Co-Founder Atom Tickets, Matthew Bakal, menyatakan dirinya senang bahwa sebagian besar film yang memiliki antusias tinggi dari penonton melibatkan karakter utamanya yang seorang perempuan. Dorothea Fields berusaha mengajarkan mengenai cinta, hubungan antar manusia, dan kebebasan pada Jamie dengan caranya sendiri. Ia bertemu dengan orang-orang disekelilingnya, yang tanpa disadari mengajarkan banyak hal pada Jamie.

Suatu ketika Jamie mulai mempertanyakan perihal sang ayah, hal yang berhasil “mengganggu” dirinya. Dorothea memutuskan meminta bantuan pada William, Abbie, dan juga Julie untuk membantunya memberikan “jawaban” pada Jamie.

pada dasarnya merupakan sebuah kisah coming of age namun dibentuk sedemikian rupa oleh Mike Mills sehingga menciptakan kesan segar yang menyenangkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan permainan perspektif di mana di sini kita bertemu dengan tiga wanita yang menjadi “teman” Jamie.

twentieth Century Women akan mengajakmu ke Santa Barbara, California, pada tahun 1979. Film ini terfokus kepada kedua karakter utama, seorang ibu non konvensional bernama Dorothea yang open minded dan cukup eksentrik dan sang anak lelaki yang beranjak remaja, Jamie . Keduanya besar pada era yang berbeda, sehingga sang ibu yang merupakan single mother khawatir tidak bisa membesarkan anak lelakinya dengan baik. Ia pun meminta bantuan Abbie – seorang fotografer dan punk fanatic yang berdandan ala David Bowie dari film The Man Who Fell to Earth.

20th Century Women adalah sebuah selebrasi nostalgia yang terasa personal dari Mike Mills. Naskahnya memang cenderung datar tanpa sebuah klimaks konflik yang benar-benar “nendang”, namun ada banyak semacam life-lessonyang bisa diambil. Setting 70-annya memikat, scoring music dan aspek visualnya menawan, dan deretancast-nya yang dipimpin oleh Annette Bening juga luar biasa.

Cerita Film 20th Century Women

dan Julie sahabat Jamie yang 2 tahun lebih tua, seorang gadis yang rebel dan subversif. Mereka juga tinggal bersama William , seorang mekanik dan tukang kayu yang berjiwa hippie.

Tio Pakusadewo Ditangkap Karena Narkoba, Mengulang Cerita Three Tahun Lalu

Cerita Film 20th Century Women

Abbie Clarke pindah ke bungalow kecil di belakang rumah Dorothea dan Jamie. Ketiganya tanpa disadari mulai menjalin hubungan dan pertemanan yang dekat. Julie memiliki padangan yang begitu terbuka, dan sifatnya yang profokatif pada mulanya membuat Dorothea tak menyukai gadis muda tersebut. “Ketika memasuki tahun 2020, kami sangat senang bahwa pengegmar movie lebih bersemangat dari sebelumnya untuk melihat beberapa pahlawan wanita di layar lebar.