0 6 min 4 tahun

The Sopranos: Acara Revolusioner Yang Mengubah Dunia Televisi

Jimmy Hoffa tidak mau dikendalikan oleh Mafia – tapi Anda tidak bisa setengah-setengah dalam urusan seperti ini; jika Anda membuat janji dengan iblis, ia pasti akan mengambil jiwa Anda. Karakter Frank Sheeran yang hambar begitu kontras dengan tokoh anti-hero dalam Goodfellas, Henry Hill, yang sejak kecil merasakan obsesi romantis dengan kuasa dan glamor dalam kehidupan mafia. Memang butuh waktu untuk mata kita membiasakan diri dengan wajah mulus Robert DeNiro atau matanya yang luar biasa biru. Karena meskipun wajahnya terlihat muda, ada beberapa adegan yang gerakan aktornya kelihatan sekali kalau yang memerankan mereka sudah tua.

Sehingga meskipun tempo cerita memang lambat, kita akan menemukan banyak sekali momen-momen intens. Yang datang enggak muluk-muluk, sesimpel dari diamnya mereka menemukan cara mengungguli lawan bicara. Sampai ke kita emosinya bisa berlipat ganda karena kita akan otomatis mengantisipasi pergumulan senjata.

Review FIlm The Irishman

Lebih dari itu, aksi pengkhianatan terbesar dalam movie tersebut menempatkan mafia lebih ajeg dalam peran ‘penjahat’ dibandingkan dalam movie-film gangster Scorsese lainnya. Namun sejak The Musketeers of Pig Alley karya DW Griffith dan setelahnya, movie-movie kriminal juga menggambarkan relativisme ethical di dunia tempat penjahat yang ‘terhormat’ lebih baik dari mereka yang tidak terhormat. Satu hal yang ditekankan oleh film tahun 1912 itu ialah, jangan mengadu.

Review FIlm The Irishman

Joe Pesci mendapat bagian sebagai Russell Bufalino, pria pendiam yang tak banyak bicara namun memiliki kekuasaan yang besar. Aktor senior, Al Pacino berperan sebagai Jimmy Hoffa pemimpin dari union Amerika yang keras kepala dan memiliki harga diri tinggi. Karena melihat semuanya dari sudut pandang Frank, kalian enggak bakal merasa bersalah atau jijik dengan semua pembunuhan itu.

Review FIlm The Irishman

Mereka mampu memerankan karakter sesuai porsi masing-masing, yang sangat menonjol iyalah akting Al Pacino. Namun, “The Irishman” mungkin bukan film yang akan digemari oleh semua kalangan. Bagi penggemar film “The Godfather” atau film-movie mafia klasik lainnya, “The Irishman” bisa menjadi film yang sangat good dan seru untuk ditonton. Bahkan dengan semua dialog panjang di dalamnya dan segala obrolan tentang politik, movie ini sama sekali enggak membosankan. Scorsese di film ini kayak seorang yang punya instrumen terbaik dalam orkes simfoninya, yaitu para aktor kece dengan naskah terbaik sebagai alat musiknya.

Review FIlm The Irishman

Namun jika dinilai secara profesional dari masing-masing aspeknya, secara keseluruhan, “The Irishman” mengobati kerinduan akan film mafia klasik yang berkualitas dan memanfaatkan teknologi perfilman modern untuk menyempurnakannya. Kita sudah berbicara tentang kualitas dari penulisan naskah dan akting setiap aktor senior, yang berkualitas dalam “The Irishman”. Inti movie yang sudah berkualitas dikemas dengan produksi visual dan properti yang semakin menyempurnakan movie drama berdurasi panjang ini. Martin Scorsese memilih Robert De Niro untuk memerankan Frank Sheeran, seorang pembunuh bayaran yang juga ramah dan memiliki solidaritas tinggi.

Mereka-mereka yang bekerja dalam dunia tersebut bergerak demi kepentingan golongan yang menjadi penguasa. Film memilih untuk lebih fokus menggali perenungan karakter ketimbang aksi. Kita memang masih akan melihat beberapa adegan aksi dan kejahatan, tapi sebagian besar waktu didedikasikan oleh film untuk karakter duduk diam di antara dialog. Mereka diberikan ruang untuk berpikir, mempertimbangkan matang-matang opsi sebelum memilih tindakan.

Apa yang dilakukan oleh satu karakter dan karakter lainnya dan reaksi apa yang akan terjadi selanjutnya adalah apa yang membuat ‘The Irishman’ menjadi salah satu film terbaik tahun ini. Dinamika antar karakter inilah yang menjadikan ‘The Irishman’ menjadi movie yang sungguh lezat. Dan beruntunglah Scorsese memiliki aktor-aktor paling cadas untuk memerankan karakter-karakter keren ini dalam ‘The Irishman’.

Robert De Niro tentunya punya caranya sendiri buat bikin karakter Frank jadi simpatik, menyedihkan, sekaligus dingin. Ketiga karakter utamanya, penjahat kelas kakap yang lengan bajunya bersih dari dosa-dosa mereka, memiliki ikatan persaudaraan yang kental. Maksudnya mengakhiri, itu berarti ada kematian di mana-mana, baik yang bisa kalian duga maupun enggak. Tapi Scorsese dan De Niro menggunakan kualitas dingin Sheeran untuk menekankan keburukan moral pekerjaannya.

“Kami sangat senang untuk memberikan penghargaan kepada ‘The Irishman’ sebagai film terbaik menurut kami,” ujar Annie Schulhof kepala National Board of Review. Joe Pesci agak sedikit berbeda dengan peran mafia yang biasa dia perankan.

Ketegangan dari keheningan ini – dan risiko memecahkannya – terasa tidak hanya dalam karya Scorsese tapi juga kebanyakan movie gangster. TRIBUNJATENG.COM – Sinopsis movie The Irishman, durasi filmnya 3,5 jam, streaming di Netflix hari ini. Sinopsis film The Irishman, durasi filmnya 3,5 jam, streaming di Netflix hari ini.

Live Streaming Bioskop Trans Tv 28 Agustus, John Wick

Itulah kenapa adegan antara Pesci dan DeNiro sangat asyik disaksikan ketika mereka duduk diam mencoba membaca situasi. Di sisi lain, kisah ini juga bercerita tentang kejahatan terorganisir di Amerika setelah Perang, di mana terdapat salah satu misteri terbesar yang belum terpecahkan dalam sejarah, yakni hilangnya bos serikat pekerja legendaris Jimmy Hoffa.

Review FIlm The Irishman