0 5 min 4 tahun

Sinopsis film surat dari praha

Sayangnya movie ini tidak banyak menyajikan adegan yang mengeksplorasi keindahan Praha, seperti kebanyakan movie Indonesia yang mengambil setting tempat di luar negeri. Latar belakang sejarah 1965 yang diangkat lewat film review film Surat dari Praha ini seolah membuka sebuah cerita yang jarang diangkat dan diketahui masyarakat. Kemala Dahayu Larasati datang menemui ibunya, Sulastri Kusumaningrum, setelah hampir satu tahun lamanya menghilang.

Dan seperti yang diceritakan dalam film, keengganan para MAHID mengakui rezim Orde Baru harus dibayar mahal. Tidak hanya di cap sebagai Soekarnois, tapi mereka juga di cap sebagai komunis. Yang menarik, film ini menyajikan akhir yang cukup tak terduga.

Ia mantap bercerai setelah memergoki suami selingkuh sementara ia sedang hamil dua bulan. Proses syuting movie dilakukan di Kota Praha, Ceko tepatnya berjarak sekitar one hundred fifty meter dari Charles Bridge yang membelah sungai Vltava. Charles Bridge sendiri merupakan sebuah tempat wisata yang ramai dikunjungi karena terdapat 30 patung peninggalan zaman Barok yang menghiasi sepanjang jembatan ini. Selain itu movie ini menjadi debut Chicco Jerikho sebagai seorang produser dan Julie Estelle menyanyikan lagu dalam sebuah film.

Secara keseluruhan,Surat dari Prahabukanlah fim yang sempurna namun setidaknya mampu untuk menggugah dan mengkritik masa orde lama melalui kisah dengan jalan yang berbeda. Sebagai sebuah movie semi musikal juga dia masih dapat dinikmati malah cukup mengharu biru mendengar dentuman merdu para aktor yang menyanyikan secara langsung melalui lagu-lagu yang merepresentasikan kisah mereka. Benci mengalir di hati Laras tetapi diam-diam juga terpesona kepada Jaya, sosok pria yang pandai membuat lirik lagu, bermain piano hingga bersenandung merdu. Saya ingat betul dulu ada sebuah film Indonesia yang meminta saya selaku penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu nasional sebelum cerita dimulai.

Tim praproduksi yang dibentuk mencari tahu informasi terkait peristiwa 1965 kepada narasumber yang masih hidup di Praha. CINEMA POETICA terbuka untuk kerjasama dengan berbagai individu, komunitas, kelompok studi, siapapun. Kami pastinya selalu tersedia untuk kopi darat maupun kopi movie.

Sutradara Angga Dwimas Sasongko dan penulis naskah Irfan Ramli secara halus meracik kisah drama dengan bumbu sejarah yang kental. Adalah sosok Laras , putri Lastri dengan lelaki yang tidak dia cintainya. Lastri tidak sekuat Jaya yang mampu mengambil jalan hidup sebagai selibat demi memertahankan cinta sejatinya. Menurut Produser Surat dari Praha Anggia Kharisma -yang juga istri Angga Dwimas Sasongko-, keinginan untuk membuat movie yang mengemas sejarah Indonesia secara ringan sudah muncul sejak beberapa tahun lalu.

Seakan-akan berhadapan dengan Laras sudah cukup untuk menggali masa lalu Jaya. Laras, dengan surat dan musik yang ia bawa , menjadi nostalgia yang hidup dan berwujud. Ia memiliki raga dan jiwa, yang mampu menawarkan pertanyaan dan rasa—yang melebihi surat, musik, maupun kenangan akan Sulastri. Tawaran Laras itupun tersimpul manis di akhir movie sinopsis film, dengan tanpa penggarisan lebih lanjut mengenai masa depan keduanya. [/caption]Keberanian dan tangan dingin Angga Dwimas Sasongko untuk mengangkat tema peristiwa 1965 yang bagi sebagian orang termasuk hal yang sensitif untuk diungkit patut diapresiasi.

Dituturkan lewat keindahan visual dan kemagisan audio, kita akan turut merasakan getir dan hangatnya drama relationship yang tak mengenal umur ini. The Palace of Wisdom gives 8 out of 10 gold Film Indonesia stars for SURAT DARI PRAHA. Sebelum meninggalnya Sulastri , ibu dari Laras , ia menitipkan sebuah kotak serta sepucuk surat yang berharap agar disampaikan kepada seseorang yang sebelumnya tidak ia kenal di Praha, Republik Ceko.

Film ini adalah sebuah tontonan cinta yang diwarnai dengan politik. Melalui dialog dan karakterisasi yang ditulis dengan cermat penuh perasaan, kita juga akan ditantang untuk mengakui masa lalu – untuk berkonfrontasi dengannya.

Film Surat dari Praha mengangkat drama percintaan yang berbalut sejarah dan polemik politik di Indonesia pada tahun 1965. Film Surat dari Praha yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini memadukan unsur musik, romansa, dan sejarah politik.

Bagi yang alergi dengan wacana politik, tidak perlu memutar otak banyak-banyak, sebab yang politis telah usai di latar dan penokohan. Walau begitu, bukan berarti suatu konflik sosial jadi tidak penting karena berada di ranah personal. Justru sebaliknya, karena bisa begitu berdampak hingga ranah personal, suatu konflik sosial itu patut untuk dihadirkan dan ditelaah. Dan karena itu jugalah, movie-movie Angga penting untuk terus disimak.

Surat Dari Praha

Kekuatan yang didapatkan dari sisi riset dan skenario membuat proses produksi film ini cukup singkat. Terhitung pengambilan produksi hanya berlangsung selama eleven hari, yaitu tiga hari di Jakarta, dan 8 hari di Praha. Tokoh Larasati merepresentasikan kondisi masyarakat saat ini yang tidak mudah untuk mendapatkan informasi strong ulasan film mengenai keberadaan orang-orang yang ada di Praha di balik peristiwa 1965. Mereka tidak sembarangan dalam menggarap Surat dari Praha.