0 6 min 3 tahun

review film the dictator

Cohen, yang berperan sebagai Laksamana Jenderal Aladeen, diktator Republik Wadiya yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat, ditemani oleh Anna Faris, Ben Kingsley, Jason Mantzoukas, dan John C. Reilly. The Dictator, adalah movie terbaru Sacha Baron Cohen, yang identik dengan karakter sinopis film Borat. Meski beda latar belakang, dan mengangkat kehidupan seorang diktator dari Timur Tengah, toh Sacha Baron tak bisa lepas dari gaya khasnya. Terlepas dari semua itu, Film ini masih layak anda tonton di saat waktu luang dan benar – benar suntuk dengan aktivitas anda sehari – hari.

Belum lagi trailer – trailer yang sudah dirilis berhasil membuat jutaan orang yang menyaksikannya tertawa terbahak – bahak. Dalam film ini, Cohen berperan sebagai seorang dictator kejam namun bodoh bernama film barat Aladeen dari negara fiksi bernama Wadiya yang kaya – raya berkat sumber daya minyaknya. Suatu hari, ia dan pamannya, Tamir diundang ke Amerika untuk membicarakan mengenai senjata nuklir yang tengah ia bangun.

Untungnya setelah berjalan beberapa saat movie ini mulai menemukan sentuhannya. Saat itu adalah momen dimana The Dictator tidak hanya menampilkan komedi jorok dan kasar ditambah rasisme tanggung seperti diawal movie, tapi secara whole review film mengeluarkan semuanya. Rasisme yang di bagian awal masih terasa “ringan” mulai makin ofensif. Tapi anhenya makin ofensif dan kasar rasisme yang muncul dalam humornya justru makin terasa lucu film ini.

Ia pun diminta untuk melaporkan tentang hal ini pada pbb, namun tak sengaja membunuh para jendral yang ia undang ke rumahnya. Aladeen pun terpaksa mengunjungi ny untuk melaporkan senjata nuklirnya pada pbb.

Dalam pengasingannya tersebut, karakter yang diperankan oleh Cohen menyusuri jalanan di kota New York dengan menunggangi unta, mengikuti balap lari sambil membawa pistol, hingga meniduri Megan Fox. Nama-nama besar, seperti Ben Kingsley, Anna Faris, dan John C. Reilly, pun turut meramaikan jajaran aktor dalam film komedi satir tersebut. Wah,,, movie ini bisa jadi alternatif buat mereka yang setiap hari di sibukkan dengan segudang aktivitas. Karena terkadang ada saatnya kita menginstal pikiran dengan menonton film komedi bertajuk humor, salah satu pilihannya.

Ia makin menekuni akting ketika memasuki universitas dan bergabung dengan kelompok Cambridge University Amateur Dramatic Club. Pada masa itu, Cohen sempat memainkan lakon “Cyrano de Bergerac” dan “Fiddler on the Roof”. Menjelang keberangkatannya, Borat sempat menjelaskan mengapa ia dikirim negaranya ke Amerika. “Meskipun Kazakhstan negara yang hebat, kami tetap memiliki masalah serius.

review film the dictator

Baginya roket dengan ujung bulat tidak mengerikan dan terlihat bagaikan sebuah dildo raksasa. Kediktatoran dan pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Aladeen sendiri mendapat kecaman dari banyak pihak khususnya ulasan film Amerika Serikat. Hal itu membuat negara luar mengancam akan menyerang Wadiya jika Aladeen tidak bersedia menghentikan kediktatorannya. Akhirnya untuk membahas perihal tersebut Aladeen berkunjung ke New York.

Saya yakin banyak yang menjadikan lelucon mengenai orang kulit hitam sebagai responsible pleasure. Pastinya juga banyak yang doyan mentertawakan stereotype Korut sebagai negeri yang tidak memiliki kebebasan dan masih banyak lagi humor seperti itu yang beredar diantara kita. Dalam The Dictator berbagai golongan tidak lepas dari sindiran mulai dari kulit hitam, orang Amerika, Yahudi dan masih banyak lagi. Beberapa cameo seperti dari Megan Fox dan Edward Norton juga menarik dan lucu. Dalam movie terbarunya yang berjudul The Dictator, Cohen berperan sebagai seorang diktator dari Timur tengah yang diasingkan ke Amerika Serikat.

Namun, bisa ditebak, perjalanan tersebut tidak berjalan mulus karena Aladeen diculik dan dipermak sedemikian rupa sehingga tidak ada yang mengenalnya lagi. Sacha Baron Cohen dikenal adalah seorang aktor komedian yang paling kontroversial. Cohen mempunyai bakat akting yang sangat luar biasa dan selalu complete dalam memerankan karakter yang ditugaskannya, oleh karena itu Cohen duduk bersama deretan komedian kelas atas yang memiliki ribuan bahkan jutaan fans. Dalam film The Dictator ini, Cohen kembali memerankan karakter eksentrik dan sinting. Film ini menceritakan kisah perjalanan seorang jurnalis televisi asal Kazakhstan yang digambarkan memiliki perangai luar biasa bodoh dan lugu bernama Borat Sagdiyev.

Cohen sendiri akan menjadi seorang undercover journalist yang memiliki banyak karakter di serial ini. Banyak movie komedi yang mungkin sudah kita kenal, mulai dari movie komedi keluarga seperti Home Alone sampai movie komedi yang sedikit berbau politik seperti The Dictator. Saya pribadi juga bingung mendeskripsikan movie ini seperti apa sangking konyol nya film ini bahkan untuk movie komedi sekalipun.

review film the dictator

Bersama produsernya, Azamat Begatov, Borat pergi ke Amerika Serikat untuk mempelajari kultur negeri tersebut. Ada begitu banyak humor super ofensif yang muncul dari sikap Borat di sepanjang film ini. The Dictator adalah sebuah film komedi Amerika Serikat tahun 2012 yang ditulis dan dibintangi oleh Sacha Baron Cohen. Film ini disutradarai Larry Charles, yang sebelumnya pernah menyutradarai mokumenter Borat dan Brüno.

Sacha Baron Cohen Kembali Hadirkan Tokoh Satir Baru Dalam “The Dictator”

The Dictator jelas memiliki banyak humor cerdas, kasar dan vulgar khas Cohen yang tentunya sanggup mengocok perut para penonton dan para penggemar Cohen sekalipun. Sayangnya, kualitas humor film ini sedikit di bawah ekspetasi, apalagi mengingat sebagian besar scene – scene terbaik film ini sudah ada dalam trailer – trailer yang dirilis oleh tim advertising Paramount. Beberapa joke yang ditawarkan dalam movie ini terkesan terlalu dipaksakan dan childish untuk ukuran R-rated movie, hingga justru membuatnya jauh dari kesan lucu. And imagine it or not, jumlahnya terbilang tidak sedikit dan hampir selalu muncul di saat narasi film ini mengalami kedodoran. Bagi para penggemar berat Sacha Baron Cohen, The Dictator jelas merupakan movie yang sangat dinanti – nantikan.